Kemdiktisaintek perkuat transformasi kampus guna capai Indonesia Emas

Jumat, 14 Agustus 2026 pukul 14.56
Kemdiktisaintek perkuat transformasi kampus guna capai Indonesia Emas

Sumber Berita Asli

Berita Terkini - ANTARA News

Baca di Website Asli ↗
Oleh karena itu seluruh kebijakan Kemdiktisaintek kami arahkan agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakatJakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperkuat transformasi pendidikan tinggi, sains, dan teknologi, agar lebih inklusif, adaptif, dan berdampak sebagai bagian dari upaya menyiapkan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045."Kemerdekaan Indonesia harus diisi dengan pembangunan manusia yang berkualitas. Pendidikan tinggi bukan hanya mencetak lulusan, melainkan juga melahirkan pemimpin, peneliti, inovator, dan wirausahawan, yang mampu menghadirkan solusi bagi berbagai tantangan bangsa. Oleh karena itu seluruh kebijakan Kemdiktisaintek kami arahkan agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat," kata Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dalam keterangannya di Jakarta pada Jumat.Mendiktisaintek Brian mengatakan transformasi tersebut mencakup perluasan akses pendidikan, peningkatan mutu, pengembangan talenta, penguatan riset, percepatan hilirisasi, serta pemanfaatan hasilnya bagi masyarakat.Dari sisi tata kelola, realisasi anggaran Kemdiktisaintek pada 2025 mencapai 94,81 persen dengan nilai kinerja anggaran berkategori sangat baik. Laporan keuangan kementerian juga memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).Baca juga: Mendiktisaintek: Transformasi pendidikan harus ditopang budaya risetSementara untuk perluasan akses, Program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) hingga Agustus 2026 telah menjangkau lebih dari 841 ribu mahasiswa dengan dukungan anggaran sekitar Rp7,47 triliun.Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) juga diberikan kepada 7.583 mahasiswa dengan anggaran sekitar Rp89 miliar, terutama untuk kelompok yang menghadapi keterbatasan akses pendidikan.Peningkatan mutu dilakukan melalui penguatan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan, pengembangan kelembagaan perguruan tinggi, serta pembukaan sembilan fakultas kedokteran dan 165 program studi spesialis dan subspesialis. Langkah tersebut membuat 11 provinsi untuk pertama kalinya memiliki program pendidikan dokter spesialis.Di bidang riset, Kemdiktisaintek pada 2026 mendanai 12.971 judul penelitian dan memperkuat kolaborasi global melalui 119 diaspora Indonesia dari 31 negara.Baca juga: Wamen Fauzan dorong kolaborasi untuk transformasi pendidikan tinggiSebanyak 924 proposal hilirisasi riset prioritas juga memperoleh pendanaan dengan dukungan 791 mitra untuk mendorong hasil penelitian menjadi teknologi, produk, kebijakan, dan layanan yang dapat dimanfaatkan.Kemdiktisaintek juga mendanai 3.328 program pengabdian kepada masyarakat dari 858 perguruan tinggi. Selain itu lebih dari 10 ribu mahasiswa dari 81 perguruan tinggi terlibat dalam pemulihan sosial, ekonomi, dan pendidikan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.Kemdiktisaintek menilai rangkaian kebijakan tersebut membentuk mata rantai pembangunan yang menghubungkan tata kelola, akses pendidikan, peningkatan mutu, riset, hilirisasi, hingga pemanfaatan sains dan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat.Baca juga: Kemdiktisaintek dorong transformasi prodi secara komprehensifPewarta: Lintang Budiyanti PrameswariEditor: Risbiani Fardaniah Copyright © ANTARA 2026 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Berita Terkait Lainnya