Pasar pusat data Inggris menghadapi tantangan pertumbuhan yang signifikan meskipun permintaan terus meningkat. Menurut firma konsultan Kearney, pertumbuhan tahunan pusat data Inggris diperkirakan hanya 17,6% hingga 2030, menjadikannya yang terendah kedua di Eropa setelah Jerman, jauh di bawah Irlandia yang mencapai 36%.
Penyebab utama bukanlah kurangnya permintaan, melainkan ketidakmampuan Inggris menyediakan infrastruktur secara efisien dan terjangkau. Biaya energi dan lahan menjadi hambatan utama, dengan biaya per megawatt di Inggris dan Eropa Barat mencapai €2,25 juta, sementara pasar Nordik hanya €600.000 per megawatt.
Kearney menyoroti perlunya Inggris menurunkan harga listrik, menekan harga lahan, dan mempercepat koneksi jaringan listrik. Pemerintah Inggris menargetkan setidaknya 6GW kapasitas pusat data AI pada 2030, namun tanpa perbaikan signifikan, ambisi tersebut berisiko tidak tercapai.
Pakar menekankan bahwa kapasitas baru harus dialokasikan untuk beban kerja yang benar-benar membutuhkan kedekatan dengan pengguna, sementara sisanya akan dibangun di lokasi yang lebih mudah dan murah.