Sulawesi Selatan kaya akan keanekaragaman hayati dan menjadi habitat sejumlah satwa endemik, seperti Macaca maura dan Tarsius fuscus. Namun, perubahan tutupan hutan, fragmentasi habitat, dan aktivitas manusia menjadi tantangan serius bagi kelangsungan hidup mereka.
Artikel ini menyoroti lima hewan yang perlu dilindungi, yakni Macaca maura, Tarsius fuscus, anoa, kuskus beruang Sulawesi, dan julang Sulawesi. Beberapa di antaranya, seperti kuskus beruang, kerap terlihat turun ke permukiman warga karena berkurangnya ketersediaan pakan di alam.
Tekanan terhadap habitat memisahkan populasi satwa, seperti pada Macaca maura yang populasinya kini terkonsentrasi di wilayah-wilayah terpisah. Oleh karena itu, upaya konservasi tidak cukup hanya dengan melarang perburuan, tetapi juga memerlukan pembangunan koridor satwa, seperti gagasan jembatan kanopi (canopy bridge).
Posisi Sulawesi di kawasan Wallacea membuat satwa endemiknya memiliki wilayah persebaran terbatas dan rentan terhadap perubahan lingkungan. Perlindungan hutan, pengurangan konflik manusia-satwa, serta peningkatan pemantauan populasi menjadi kunci pelestarian hewan-hewan ini agar tetap bertahan di habitat alaminya.