Profesor Universitas Pertamina, Iman Kartolaksono Reksowardojo, menegaskan bahwa kebijakan B50 biodiesel dan kendaraan listrik (EV) tidak harus saling bertentangan. Ia berpendapat bahwa keduanya dapat berjalan bersama sebagai solusi energi yang berkelanjutan.
Menurut Iman, penerapan B50 di Indonesia yang mencapai 50 persen merupakan keunggulan dibanding negara lain seperti Eropa dan Amerika yang baru mencapai 7 persen. Kebijakan ini dinilai efektif mengurangi emisi tanpa harus menggantikan sepenuhnya infrastruktur kendaraan listrik.
Iman menyoroti tantangan infrastruktur di Indonesia yang luas, sehingga pengembangan energi domestik harus bijak. Dia menilai pemerintah perlu menanggapi tekanan global untuk elektrifikasi dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan sumber daya alam negara.
Iman mengusulkan strategi 'multipathway' dalam pengembangan transportasi, di mana kendaraan bensin (ICE) yang efisien, kendaraan hybrid, kendaraan listrik, dan biofuel dapat dikombinasikan sesuai kebutuhan daerah.