Presiden Prabowo Subianto menanggapi berbagai kritik yang ditujukan kepada pemerintahannya, termasuk soal kabinet yang dianggap gemuk, seringnya kunjungan ke luar negeri, dan besarnya anggaran program prioritas. Prabowo menyatakan menyambut baik kritik sebagai bagian dari demokrasi, asalkan ditelaah berdasarkan fakta dan realitas rakyat.
Terkait kritik jumlah menteri yang dianggap terlalu besar, Praboyo menjelaskan bahwa komposisi Kabinet Merah Putih dibutuhkan untuk menjaga stabilitas pemerintahan melalui koalisi politik. Ia menekankan bahwa demokrasi harus menghasilkan stabilitas dan kemajuan, bukan kelumpuhan, bagi negara dengan wilayah dan penduduk seluas Indonesia.
Menanggapi kritik soal frekuensi kunjungan luar negeri, Prabowo merasa heran karena sebelumnya Presiden Jokowi justru dikritik jarang bepergian ke luar negeri. Ia menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan upaya menjalankan politik luar negeri bebas-aktif guna menavigasi situasi geopolitik global yang semakin tidak menentu.
Prabowo kembali menegaskan komitmen Indonesia pada politik non-blok dan menolak terlibat dalam pakta militer negara manapun. Ia menyatakan Indonesia harus mampu menjaga hubungan baik dengan semua negara dengan prinsip memperbanyak kawan dan menghindari lawan.