Negara Pasifik Dukung Israel, Tapi Juga Bicara Papua Merdeka: Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Senin, 28 September 2026 pukul 07.15
Negara Pasifik Dukung Israel, Tapi Juga Bicara Papua Merdeka: Apa yang Sebenarnya Terjadi?Ilustrasi (Auto-Generated)

Sumber Berita Asli

Republika Online RSS Feed

Baca di Website Asli ↗
Paradoks muncul di kawasan Pasifik, di mana sejumlah negara yang jauh dari Timur Tengah justru menjadi pendukung diplomatik Israel, bahkan membuka kedutaan di Yerusalem dan memilih bersama Israel di forum PBB. Namun, negara-negara yang sama juga aktif menyuarakan isu Papua, termasuk hak menentukan nasib sendiri masyarakat Papua. Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Matthew Wale, kembali mengangkat persoalan Papua Barat dalam Sidang Umum PBB ke-81 di New York. Ia mendesak Indonesia memfasilitasi kunjungan Komisioner Tinggi PBB untuk HAM ke Papua Barat, dengan alasan laporan dugaan pelanggaran HAM perlu diverifikasi secara independen. Wale menyebut masyarakat Papua Barat sebagai bagian dari keluarga besar Melanesia. Meski demikian, Solomon Islands menegaskan tetap menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Indonesia serta menjaga hubungan persahabatan. Sikap ini tidak menghalangi Honiara untuk terus menyuarakan isu HAM di Papua Barat, sejalan dengan seruan Pacific Islands Forum (PIF) agar Indonesia memberikan akses kunjungan PBB. Isu kunjungan Komisioner Tinggi PBB untuk HAM ke Papua sebenarnya telah menjadi agenda lama sejak 2018, namun belum terlaksana. Melanesian Spearhead Group (MSG) menetapkan 31 Desember 2026 sebagai batas waktu, dengan indikasi akan meninjau ulang status Indonesia sebagai anggota asosiasi pada pertemuan puncak 2027 jika akses tidak diberikan.

Berita Terkait Lainnya