Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama sejumlah lembaga amil zakat (LAZ) sedang memetakan kebutuhan pemulihan jangka menengah dan panjang bagi penyintas gempa di NTT. Upaya ini bertujuan agar program recovery yang dijalankan ke depannya dapat tepat sasaran.
Untuk menunjang rencana tersebut, MUI telah mengerahkan tim asesmen selama lima hari ke lapangan guna melakukan survei dan pemetaan kondisi masyarakat. Bantuan yang sebelumnya bersifat darurat kini bergeser menuju tahap pemulihan kehidupan secara menyeluruh.
Prioritas pemulihan mencakup renovasi atau pembangunan kembali fasilitas keagamaan dan pendidikan, seperti masjid, mushalla, dan pesantren yang mengalami kerusakan. MUI berharap kolaborasi multi-pihak ini dapat membantu korban bangkit kembali dan anak-anak dapat segera melanjutkan aktivitas pendidikan seperti sedia kala.