Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyiapkan pendekatan konservasi berkelanjutan untuk menjaga Yasti Mahastupa Candi Borobudur pasca-pemugaran, dengan mempertimbangkan dampak perubahan iklim terutama curah hujan yang dapat merusak batuan candi. Pemerintah tengah mengkaji teknologi water repellent untuk mencegah air meresap ke pori-pori batu, serta melibatkan ahli kimia agar bahan pelindung tidak memicu reaksi yang mempercepat kerusakan.
Selain batuan, Kementerian Kebudayaan juga meneliti pelapis tahan api untuk material kayu dan mempertimbangkan penggunaan campuran kapur serta kalium oksalat alih-alih semen biasa. Pengendalian lumut juga menjadi perhatian karena dapat mempercepat pelapukan meski membuat candi tampak alami.
Metode pembersihan dan pengerasan batu akan terus diuji coba bersama para ahli sebelum ditetapkan sebagai langkah perawatan jangka panjang. Upaya ini diharapkan menjaga kelestarian Yasti Mahastupa Borobudur sekaligus memperkuat perlindungan warisan budaya Indonesia menghadapi perubahan iklim.