Sebuah gedung administrasi milik Saudi Aramco di Dhahran, Arab Saudi, mengalami kebakaran setelah terkena rudal balistik dari pihak milisi Houthi di Yaman. Serangan ini menyebabkan kerusakan pada tiga lantai teratas menara perkantoran pusat operasi utama perusahaan minyak negara tersebut.
Milisi Houthi mengeklaim serangan ini sebagai balasan atas dukungan Saudi terhadap pemerintah Yaman dalam perang saudara yang berkecamuk. Sebelumnya, mereka juga menyerang Bandara Internasional Riyadh yang menewaskan 13 orang.
Pihak berwenang Saudi memastikan tidak ada korban jiwa di lokasi kebakaran, namun empat orang terluka di ibu kota Riyadh akibat jatuhnya serpihan rudal yang berhasil dicegat. Koalisi pimpinan Saudi menyatakan rudal-rudal tersebut berhasil dihancurkan di wilayah Riyadh dan selatan negara.
Insiden ini merupakan lanjutan serangan berulang Houthi terhadap lokasi strategis di Arab Saudi. Pihak berwenang telah merespons insiden tersebut dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menangani situasi.