Kementerian Sosial memastikan insiden yang melibatkan siswa Sekolah Rakyat di Pati, Jawa Tengah, dan Mamuju, Sulawesi Barat, telah ditangani. Kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pengawasan, pengasuhan, dan pencegahan agar tidak terulang.
Plt. Kepala Pusdiklatbangprov Kemensos, Afrizon Tandjung, menjelaskan bahwa siswa Sekolah Rakyat berasal dari latar belakang beragam sehingga proses penyesuaian diri di asrama dapat memunculkan kesalahpahaman. Dalam interaksi antarsiswa terjadi kontak yang mengakibatkan luka, dan anak yang terluka sudah mendapat penanganan medis.
Pihak sekolah telah berkomunikasi dengan orang tua untuk mencari solusi terbaik dengan mengutamakan kepentingan dan masa depan anak. Afrizon menegaskan bahwa tindakan yang mengakibatkan siswa terluka tidak dapat dibenarkan dan sekolah perlu memperkuat pendampingan serta pengawasan, terutama di asrama.
Kejadian ini menjadi evaluasi sekaligus penguatan langkah pencegahan. Sekolah Rakyat tidak hanya tempat belajar, tetapi juga lingkungan membangun karakter dan menghargai perbedaan, sehingga tenaga pendidik dan wali asuh didorong meningkatkan pendampingan agar lingkungan sekolah tetap aman dan nyaman.