Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia yang menuai protes dari Malaysia tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Ia menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor, termasuk TNI, Polri, BNPB, Kementerian Kehutanan, dan Kementerian Lingkungan Hidup, serta dukungan pemerintah daerah dan Forkopimda.
Tito menjelaskan bahwa sebagian besar lahan yang terbakar adalah lahan gambut, yang memerlukan volume air besar untuk dipadamkan, baik melalui hujan alami maupun hujan buatan, serta pengaliran air dari sumber air seperti sungai, danau, atau waduk. Ia juga menginstruksikan kepala daerah untuk mencegah pembakaran lahan baru dan bergerak bersama Forkopimda dalam pemadaman.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir telah berkomunikasi dengan Menlu Malaysia untuk menjelaskan langkah-langkah penanggulangan karhutla di Sumatra dan Kalimantan, termasuk pengerahan lebih dari 60.000 personel, 48 helikopter dan pesawat untuk water bombing, serta modifikasi cuaca. Komunikasi ini menindaklanjuti pembicaraan antara Presiden Prabowo Subianto dan PM Malaysia Anwar Ibrahim.