Guru Besar Universitas Terbuka, Ojat Darojat, menilai kebijakan otomatis tidak naik kelas perlu mekanisme jelas agar tidak merugikan siswa. Ia menyoroti potensi perundungan, hilangnya kepercayaan diri, dan risiko putus sekolah bagi siswa yang tinggal kelas. Ojat menyarankan penetapan kompetensi esensial seperti literasi dan numerasi serta penilaian menyeluruh, bukan hanya nilai rapor atau satu kali ujian. Ia juga menekankan pentingnya intervensi sebelum keputusan, pengajaran remedial, pendampingan individual, dan keterlibatan orang tua. Pemerintah perlu memperkuat akuntabilitas sekolah dan mengevaluasi metode pengajaran, kemampuan guru, serta dukungan belajar. Keberhasilan pendidikan harus diukur dari hasil belajar, bukan sekadar angka kenaikan kelas, dengan harapan kebijakan mencegah stigma sosial dan putus sekolah.