Pernyataan dari seorang ahli Badan Intelijen Strategis (BAIS) mengungkapkan bahwa operasi intelijen di lapangan seringkali tidak sepenuhnya sesuai dengan prosedur administrasi yang berlaku. Hal ini disampaikan dalam konteks personel intelijen yang menjalankan operasi tertutup harus memahami risiko besar jika kegiatan mereka terbongkar.
Ahli tersebut menekankan bahwa sifat operasi rahasia memang menuntut fleksibilitas di lapangan, namun hal ini menimbulkan konsekuensi hukum dan administratif ketika terjadi kebocoran atau pengungkapan. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang risiko tersebut menjadi kunci bagi setiap personel intelijen.
Pernyataan ini menyoroti dilema antara kebutuhan operasional yang mendesak dan kepatuhan terhadap aturan birokrasi di lingkungan intelijen. Meskipun demikian, tidak disebutkan secara spesifik kasus atau operasi tertentu yang menjadi latar belakang pernyataan tersebut.