Amerika Serikat (AS) semakin memperketat tekanan ekonomi terhadap Iran melalui kampanye yang disebut sebagai "economic D-Day". Kebijakan sanksi ini diprediksi turut memberikan dampak signifikan bagi mitra dagang utama Iran, termasuk Tiongkok dan Uni Emirat Arab (UEA). Isu ini juga menyoroti potensi penargetan enam negara dalam upaya AS untuk menghancurkan Iran secara ekonomi, dengan pertanyaan mengenai kemungkinan keterlibatan Indonesia di dalamnya.