Asosiasi Industri Animasi Indonesia (AINAKI) menegaskan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI) tidak akan menggantikan peran animator manusia, melainkan berfungsi sebagai alat bantu dalam proses produksi.
Ketua AINAKI Daryl Wilson menjelaskan bahwa AI kini sedang diuji coba untuk berbagai tahapan produksi, seperti penulisan cerita, pembuatan desain, hingga storyboard. Namun, hasil yang diberikan teknologi ini tetap bergantung pada arahan dan informasi dari penggunanya.
Ia menekankan bahwa keputusan akhir dan penilaian kualitas tetap berada di tangan manusia. Tenaga profesional animasi masih sangat dibutuhkan untuk menentukan detail kompleks seperti emosi karakter, pakaian, hingga sudut pengambilan gambar agar sesuai dengan kebutuhan produksi.
Oleh karena itu, pekerja industri animasi didorong untuk memahami dan mengadopsi teknologi AI ini sebagai penunjang kerja, sambil tetap mempertahankan keahlian dan pengetahuan dasar mereka.