Seminar ilmiah bertajuk “Kedokteran dan Sastra di antara Kreativitas Manusia dan Kecerdasan Buatan” digelar di Riyadh oleh King Faisal Prize dan KFCRIS. Acara ini mempertemukan akademisi dan pakar untuk membahas dampak AI terhadap kreativitas, penelitian ilmiah, dan sastra.
Diskusi utama menyoroti batas kreativitas manusia dibandingkan dengan karya yang dihasilkan oleh teknologi AI generatif. Para pakar menekankan pentingnya mempertahankan nilai kemanusiaan dan intelektual di tengah pesatnya perkembangan teknologi ini.
Isu perlindungan hak cipta dan kekayaan intelektual juga menjadi fokus utama, mengingat semakin kaburnya batas antara karya manusia dan konten buatan mesin. Tantangan etika penggunaan AI di bidang kedokteran dan penelitian turut dibahas dalam forum tersebut.
Topik ini memiliki relevansi dengan kebijakan di Indonesia, di mana pemerintah tengah mengkaji perlindungan hak cipta untuk karya berbantuan AI. Kajian tersebut bertujuan menyeimbangkan pengembangan teknologi dan perlindungan pelaku industri kreatif dengan menempatkan AI sebagai alat, bukan subjek hukum.