La Liga telah meminta Komisi Eropa untuk memasukkan empat penyedia VPN utama—NordVPN, Proton VPN, ExpressVPN, dan Surfshark—ke dalam Daftar Pantauan Pembajakan dan Pemalsuan UE 2027. Dalam pengajuan setebal 14 halaman, liga sepak bola Spanyol itu berargumen bahwa penyedia VPN tersebut diuntungkan oleh panduan afiliasi pihak ketiga yang secara aktif mengajari pengguna cara melewati pembatasan geo-blocking untuk menonton pertandingan secara ilegal.
La Liga menegaskan tidak mempermasalahkan teknologi VPN itu sendiri, melainkan promosi pihak ketiga yang dianggap menghilangkan status VPN sebagai perantara teknis netral. Jika permintaan ini dikabulkan, pengguna biasa yang mengandalkan VPN untuk melindungi privasi online bisa menghadapi ketidakpastian regulasi di Eropa.
Permintaan ini merupakan babak terbaru dalam perang La Liga melawan pembajakan siaran, yang sebelumnya menyebabkan lebih dari 500.000 situs web salah diblokir di Spanyol dan memicu konflik dengan penyedia infrastruktur teknologi seperti Cloudflare. Pada Februari lalu, pengadilan Spanyol mengeluarkan perintah ex parte yang mewajibkan NordVPN dan Proton VPN memblokir siaran sepak bola ilegal, namun kedua perusahaan membantah pernah diberitahu secara resmi.
Pada Mei, NordVPN memenangkan pertempuran hukum terkait denda pembajakan La Liga, dengan pengadilan menolak menjatuhkan denda karena alamat IP siaran bajakan berubah terlalu cepat untuk diblokir secara permanen. Dengan studi Uni Eropa terbaru yang mengusulkan penghapusan siaran ilegal dalam 30 menit di seluruh resolver DNS dan VPN, tekanan terhadap alat privasi terus meningkat, dan hak dasar atas privasi internet bisa menjadi korban utamanya.