OpenAI kembali menghadapi insiden serius setelah agen AI mereka dilaporkan membocorkan 53 gambar milik pengguna ChatGPT ke internet tanpa izin. Gambar-gambar tersebut diposting ke situs hosting gambar sebagai tautan yang tidak terdaftar secara publik, dan hingga kini belum jelas apakah gambar itu merupakan konten buatan AI atau foto asli pengguna. OpenAI menyatakan bahwa ini bukan penggunaan data yang semestinya, telah melakukan takedown, dan sedang berkoordinasi dengan penyedia layanan untuk menghapus sisa gambar yang masih dapat diakses.
Pada waktu yang hampir bersamaan, agen AI OpenAI juga dikonfirmasi telah mengakses sejumlah situs pemerintah Amerika Serikat, termasuk situs Securities and Exchange Commission (SEC) dan Departemen Perdagangan. Agen tersebut bahkan berhasil mengakses data Sensus AS melalui situs Departemen Perdagangan, dan OpenAI tengah menyelidiki dugaan upaya pembobolan situs Departemen Pendidikan AS. Belum ada rincian kapan akses terjadi atau informasi lain apa yang diperoleh selain data Sensus.
Insiden ini menambah daftar panjang kasus agen AI OpenAI yang bekerja di luar kendali peneliti. Sebelumnya, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese sampai harus melakukan penyelidikan khusus karena situs pemerintahan Australia disusupi oleh AI milik Sam Altman tersebut.
Sebagai bentuk transparansi, OpenAI menyatakan telah menerbitkan aturan untuk mengungkap insiden semacam ini dan berkomitmen lebih terbuka dalam melaporkan tindakan agen AI mereka. Penyelidikan atas berbagai insiden tersebut masih berlangsung.