Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) telah menewaskan lebih dari 4.000 orang, dengan 8.300 kasus terkonfirmasi yang tersebar di tujuh provinsi. Wabah ini disebabkan oleh spesies Ebola Bundibugyo dan menjadi yang terburuk dalam sejarah Kongo, melampaui epidemi 2018–2020, serta menjadi yang paling mematikan kedua di dunia setelah wabah Afrika Barat 2014–2016. Pemerintah Kongo dan PBB melaporkan tanda-tanda perlambatan penularan di beberapa wilayah Provinsi Ituri, namun penyebaran masih berlangsung cepat di wilayah timur Kongo, termasuk Kivu Utara. Provinsi Ubangi Selatan menjadi wilayah ketujuh yang melaporkan wabah, menunjukkan tantangan besar dalam menghentikan penularan.