Pemerintah mempercepat penanganan dampak banjir bandang yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat, pada 10 Oktober 2026. Berbagai langkah tanggap darurat dilakukan, mulai dari perbaikan alur sungai, pemulihan akses air bersih, hingga pembangunan tanggul darurat untuk mengurangi risiko banjir susulan.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemerintah bekerja tanpa jeda dengan mengutamakan keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas warga. Bencana ini berdampak pada sekitar 120 rumah, kerusakan jaringan irigasi, bendung, tanggul sepanjang 50 meter, dua bangunan SPAM, pipa transmisi 1,5 km yang terputus, serta satu masjid.
Kementerian PU melalui BWS Sumatera V Padang telah merampungkan tanggul darurat sepanjang 200 meter dengan tinggi sekitar 3 meter di Perumahan Lumin Park, didukung tiga unit excavator. Selain itu, disiapkan program rehabilitasi dan rekonstruksi di Sungai Batang Air Dingin dan Batang Kuranji yang mencakup normalisasi sungai, peninggian tanggul, pembangunan sabo dam dan check dam, dengan mobilisasi alat berat tambahan mulai 15 Oktober 2026.
Di kawasan muara, pengerukan dimulai 13 Oktober 2026 dengan estimasi dua bulan, sementara pembangunan check dam direncanakan berlangsung enam bulan bersamaan dengan perbaikan tanggul dan normalisasi sungai. Tim kaji cepat dari Balai Teknik Sungai dan Sabo juga dikerahkan untuk mengevaluasi kondisi lapangan.