Pakistan mengecam keras serangan kelompok Houthi Yaman terhadap bandara utama di Riyadh, Arab Saudi, yang menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya. Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyatakan serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur vital tidak dapat diterima serta mengancam perdamaian dan stabilitas kawasan.
Sharif menegaskan Pakistan berdiri dalam solidaritas teguh bersama Arab Saudi dan menegaskan kembali komitmen terhadap kedaulatan, integritas wilayah, dan keamanan Arab Saudi sesuai Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah. Tokoh Kashmir Mirwaiz Umar Farooq juga menyebut serangan itu sebagai eskalasi berbahaya dan mendesak semua pihak menahan diri serta mengedepankan dialog dan diplomasi.
Dalam serangan pada Sabtu (10/10), korban tewas meliputi empat warga Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan. Operasional bandara dihentikan sementara, mengganggu penerbangan, dan Kuwait Airways membatalkan penerbangan menuju Riyadh.
Serangan terjadi di tengah meningkatnya ketegangan setelah Houthi melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak terhadap sejumlah bandara dan fasilitas di Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir.