Jumlah korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor di Nepal serta wilayah Tibet, China, meningkat hingga mencapai 750 orang. Data resmi juga mencatat lebih dari 3.000 orang lainnya masih dinyatakan hilang, termasuk ratusan warga negara asing. Bencana yang terjadi pada Rabu (26/8) itu awalnya diduga dipicu oleh gempa bumi yang menyebabkan longsoran es di Sungai Lhende Khola. Namun, analisis dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) membuktikan tidak ada gempa bumi sebelum bencana mematikan tersebut terjadi.