Pemerintah Iran sedang mengkaji tanggapan terbaru Amerika Serikat terhadap usulan perdamaian Teheran dan akan segera menyampaikan hasilnya kepada para mediator. Usulan yang dikenal sebagai "rencana tujuh hari" itu mencakup penghentian konflik bersenjata dan pembukaan kembali Selat Hormuz. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan sejumlah syarat pembukaan Selat Hormuz tidak berubah, termasuk pencabutan blokade laut AS, penghentian perang di semua front, dan pembebasan aset Iran yang dibekukan. Iran menolak menunjukkan fleksibilitas terkait hak-haknya. Perundingan Iran-AS yang dijadwalkan berlangsung 60 hari hingga 17 Agustus 2026 gagal mencapai kemajuan menuju kesepakatan final soal program nuklir dan pencabutan sanksi. Ketegangan kedua negara justru meningkat setelah serangan udara AS-Israel ke Teheran pada Februari 2026, yang dibalas Iran dengan serangan rudal dan penutupan Selat Hormuz. Meski gencatan senjata tercapai pada April 2026 dan nota kesepahaman ditandatangani Juni 2026, kesepakatan menyeluruh masih belum tercapai.