Sebanyak 96 jenazah korban banjir bandang di Nepal yang belum teridentifikasi dimakamkan secara massal di Devghat, Chitwan. Lebih dari 100 jenazah lainnya juga akan menyusul untuk dimakamkan karena kondisinya telah membusuk dan sangat sulit dikenali.
Bencana banjir bandang tersebut dipicu oleh runtuhnya gletser yang menerjang sejumlah wilayah di perbatasan Nepal dan China. Peristiwa ini telah menewaskan sekitar 750 orang, sementara lebih dari 3.000 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Sebagai upaya identifikasi masa depan, setiap jenazah yang dimakamkan diberi penanda, lokasinya dicatat, dan diambil sampel DNA-nya. Petugas Nepal juga mengenakan pakaian pelindung saat menangani jenazah yang terus berdatangan dari lokasi bencana.
Nepal saat ini tengah bekerja sama dengan tim forensik dari India dan China untuk mempercepat proses pemeriksaan DNA guna membantu keluarga korban menemukan kerabat mereka yang hilang.