Banyak orang tua tanpa sadar terlalu memanjakan anak dengan memenuhi semua keinginannya, yang sering dianggap sebagai bentuk kasih sayang. Padahal, pola asuh tanpa batasan ini dapat menimbulkan masalah saat anak tumbuh menjadi sosok yang sulit menerima penolakan.
Terdapat tujuh ciri utama anak yang terlalu dimanjakan, yaitu tidak mau menerima jawaban tidak, selalu merasa tidak puas, bersikap egois, serta sulit menerima kekalahan dengan cenderung menyalahkan orang lain.
Selain itu, anak yang dimanja juga kerap menolak melakukan tugas sederhana, menunjukkan sikap agresif karena kurangnya kontrol emosi, dan bersikap impulsif akibat hilangnya kesempatan belajar menunda kepuasan.
Pada akhirnya, memanjakan anak bukan soal jumlah cinta atau fasilitas yang diberikan, melainkan kurangnya ruang bagi anak untuk belajar mandiri, menghadapi kekecewaan, dan bertanggung jawab atas pilihannya.