Pemerintah Indonesia mengalihkan fokus hilirisasi mineral ke tahap kedua dengan target ekspansi ke industri manufaktur baterai kendaraan listrik (EV), battery energy storage system (BESS), dan produk bernilai tambah tinggi lainnya. Langkah ini diambil setelah keberhasilan membangun fondasi pengolahan mineral melalui smelter dan fasilitas pemurnian.
Deputi Bidang Hilirisasi Investasi Strategis Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Heldy Satrya Putera, menyampaikan hal tersebut dalam International Critical Minerals and Metals Summit (ICMMS): Indonesia 2026, Rabu (30/9/2026). Ia menegaskan prioritas saat ini adalah memperluas pengembangan ke industri baterai EV dan BESS.
Kementerian telah menyusun peta jalan pengembangan industri hilir yang mencakup 28 komoditas strategis. Total kebutuhan investasi dalam peta jalan tersebut diperkirakan mencapai US$618,1 miliar hingga tahun 2040, dengan sektor mineral dan batu bara sebagai kontributor terbesar.