Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa koperasi tidak boleh hanya berfungsi sebagai tempat meminjam uang, melainkan harus menjadi wadah membangun kekuatan ekonomi anggota melalui peningkatan kapasitas usaha, produktivitas, dan akses pasar.
Saat berkunjung ke KSP Balo’ta di Kabupaten Toraja Utara, Ferry menyoroti praktik baik koperasi tersebut yang membina petani dan mengembangkan perkebunan kopi percontohan. Hal ini bertujuan agar anggota tidak hanya mendapat pinjaman, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan dan posisi tawar.
KSP Balo’ta sendiri mencatat pertumbuhan pesat dengan aset mencapai Rp1,9 triliun per Juli 2026, atau meningkat 609 persen dibanding 2014. Koperasi tersebut kini melayani sekitar 15 ribu anggota dan telah menerima pembiayaan modal kerja dari LPDB Koperasi.
Sementara itu, Bupati Toraja Utara melaporkan terdapat 49 koperasi aktif di wilayahnya. Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) juga terus diawal, dengan 19 unit telah rampung namun masih tertinggal dari target 151 unit.