Singapura mencatatkan penurunan signifikan dalam investasi sektor fintech pada paruh pertama (H1) 2026, dengan total 499 juta dolar AS dari 53 kesepakatan. Angka ini jauh turun dari 1,45 miliar dolar AS di periode yang sama tahun sebelumnya, menjadikannya paruh pertama paling lesu dalam hampir satu dekade menurut laporan KPMG.
Secara sektoral, pembayaran lintas perbatasan menyumbang nilai tertinggi dengan 332 juta dolar AS dari tiga kesepakatan. Sementara itu, aset digital dan kripto memimpin dalam jumlah kesepakatan, meskipun nilai per transaksinya relatif kecil.
Kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran mesin menjadi segmen paling aktif, tercatat dalam 18 kesepakatan dengan nilai investasi mencapai 365,9 juta dolar AS. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran fokus investor ke teknologi baru meskipan tren investasi secara umum melambat.
Representatif KPMG menyatakan tren ini mencerminkan pasar global yang lebih selektif, di mana modal kini terkonsolidasi pada sedikit platform berskala besar. Meski demikian, regulasi dan konektivitas Singapura tetap menjaga posisinya sebagai pusat fintech strategis.