Inflasi Jerman meningkat tipis menjadi 2,9% pada Agustus, naik dari 2,8% di bulan Juli. Kenaikan ini terutama dipicu oleh melonjaknya harga energi sebesar 10,5% secara tahunan, khususnya pada harga minyak dan bensin.
Lonjakan harga energi tersebut bersumber dari masalah pengiriman di Selat Hormuz yang terkait dengan situasi geopolitik Iran. Sementara itu, inflasi harga pangan dan minuman terjaga di angka 0,1%, dan sektor jasa berada di 2,8%.
Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan biaya hidup dan produksi di ekonomi terbesar Eropa belum sepenuhnya mereda. Jika harga energi tetap tinggi, efeknya berpotensi merembet ke sektor transportasi, logistik, dan harga barang lainnya.
Selain faktor geopolitik, risiko cuaca ekstrem dan kekeringan juga diprediksi menambah tekanan inflasi ke depan. Pasar kini memantau stabilitas harga minyak dan pasokan energi regional yang sangat menentukan arah inflasi selanjutnya.