Bea Cukai memperingati Hari Bea dan Cukai ke-80 pada 6 Oktober 2026 dengan tema "Teguh Melindungi, Tumbuh Menguatkan Negeri", menegaskan perannya dalam melindungi masyarakat sekaligus mendukung ekonomi nasional. Sebagai community protector, Bea Cukai memperkuat pengawasan dan penegakan hukum terhadap peredaran barang ilegal dan berbahaya, termasuk impor pakaian bekas dan beras ilegal yang dapat merugikan industri dalam negeri, petani, serta konsumen.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menekankan bahwa keberhasilan pengawasan tidak hanya diukur dari jumlah penindakan, tetapi dari manfaatnya bagi perekonomian, perlindungan petani, industri, dan kepentingan negara. Di sisi lain, Bea Cukai juga menjalankan fungsi sebagai trade facilitator dan industrial assistance melalui layanan kepabeanan dan cukai yang semakin mudah, cepat, transparan, dan pasti.
Kepala Subdit Humas dan Penyuluhan Bea Cukai Netty Hartawati menyatakan bahwa masukan masyarakat dan pelaku usaha penting untuk perbaikan layanan. Masyarakat diharapkan mematuhi ketentuan, menghindari barang ilegal, dan melaporkan dugaan pelanggaran, sementara pelaku usaha dapat memanfaatkan fasilitas yang tersedia.
Transformasi digital, pemanfaatan data dan intelijen, manajemen risiko, serta sinergi dengan berbagai pihak menjadi upaya Bea Cukai menyeimbangkan pengawasan dan pelayanan. Semangat HBC ke-80 diharapkan menjaga keseimbangan antara perlindungan kepentingan masyarakat dan negara dengan dukungan terhadap aktivitas ekonomi yang legal.