Rusia dilaporkan diam-diam mengirim 112 ton emas ke Hong Kong pada 2026, menandai pergeseran besar dalam perdagangan logam mulia akibat sanksi Barat. Hong Kong muncul sebagai pusat baru untuk aliran emas Rusia, menciptakan perubahan signifikan dalam dinamika pasar global. Langkah ini diduga sebagai upaya Rusia untuk menghindari pembatasan keuangan dan menjaga akses ke pasar internasional. Perkembangan ini menyoroti bagaimana sanksi dapat mengubah rute perdagangan dan memunculkan pusat-pusat keuangan alternatif.