Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan harga beras di seluruh rantai distribusi pada September 2026, mulai dari tingkat penggilingan, grosir, hingga eceran. Di tingkat penggilingan, harga rata-rata naik 0,81 persen secara bulanan (mtm) dan 6,04 persen secara tahunan (yoy). Kenaikan juga terjadi pada beras premium dan medium, dengan beras premium naik 10,52 persen (yoy) dan medium 4,72 persen (yoy). Di tingkat grosir, inflasi bulanan sebesar 0,61 persen (mtm) dan 4,39 persen (yoy), sedangkan di eceran inflasi 0,80 persen (mtm) dan 3,73 persen (yoy). Harga rata-rata beras per 1 Oktober 2026 tercatat Rp14.329 per kg di penggilingan, Rp14.992 per kg di grosir, dan Rp15.769 per kg di eceran. Nilai Tukar Petani (NTP) nasional September 2026 naik 1,49 persen menjadi 131,11 dibanding Agustus 2026.