Sebanyak 46 Orangutan Diselamatkan dari Karhutla Kalimantan Barat, Delapan Dipindahkan ke Hutan Lindung

Minggu, 11 Oktober 2026 pukul 19.27
Sebanyak 46 Orangutan Diselamatkan dari Karhutla Kalimantan Barat, Delapan Dipindahkan ke Hutan LindungIlustrasi (Auto-Generated)

Sumber Berita Asli

Aktualita.co

Baca di Website Asli ↗
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat sepanjang Agustus hingga 9 Oktober 2026 telah memaksa 46 orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) keluar dari habitat alaminya. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) melakukan evakuasi terhadap puluhan satwa tersebut, dan delapan individu yang dinyatakan sehat telah dipindahkan ke Hutan Lindung Batu Nyambu, Kabupaten Ketapang, pada 9 Oktober 2026. Delapan orangutan yang dipindahkan terdiri atas tiga pasangan induk dan anak serta dua jantan remaja. Mereka sebelumnya menjalani pemeriksaan kesehatan dan observasi di Pusat Rehabilitasi Orangutan YIARI di Sungai Awan, Ketapang. Proses pemindahan memakan waktu sekitar enam jam perjalanan darat, satu jam menggunakan perahu, dan dua jam berjalan kaki, dengan kandang diangkut menggunakan batang bambu. Hutan Lindung Batu Nyambu seluas sekitar 23.000 hektare dipilih karena memiliki tutupan hutan primer dan sekunder, ketersediaan pakan alami, sumber air, ruang jelajah, serta terhubung dengan kawasan hutan lindung dalam bentang alam Arabella–Schwaner. Namun, sejumlah orangutan yang diselamatkan masih membutuhkan perawatan intensif akibat luka bakar, kekurangan nutrisi, anemia berat, dan gangguan kesehatan lain, sehingga belum dapat dilepasliarkan. Para ahli menegaskan bahwa translokasi bukan solusi akhir. Perlindungan terhadap hutan yang tersisa harus terus dilakukan melalui patroli rutin, penyuluhan masyarakat, dan penanaman pohon penghasil buah untuk mencegah orangutan kembali kehilangan habitat akibat kebakaran berikutnya. Orangutan Kalimantan sendiri berstatus sangat terancam punah, dan hilangnya habitat akibat karhutla serta perubahan penggunaan lahan menjadi ancaman serius bagi kelangsungan populasinya.

Berita Terkait Lainnya