REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Mahasiswa UGM yang tergabung dalam aksi unjuk rasa di Perempatan Gramedia Cik Di Tiro, Yogyakarta, pada Selasa (1/9/2026), membantah tuduhan Polda DIY yang menyebut massa aksi membawa dan menggunakan cairan yang diduga merupakan semprotan merica atau pepper spray. Mereka menegaskan cairan dalam tabung yang terlihat dalam dokumentasi kepolisian merupakan antasida yang dibawa tim medis untuk menangani massa yang terdampak gas air mata maupun semprotan merica. Polemik tersebut mencuat setelah Polda DIY mengunggah video bertajuk "Fakta di Lapangan: Temuan Cairan Merica dan Penanganan Personel" melalui akun Instagram resminya. Dalam narasi unggahan itu, kepolisian menyebut berdasarkan rekaman visual dan bukti digital di lokasi ditemukan tabung berisi cairan yang diduga merupakan merica atau spicy spray dari arah kerumunan massa.
Polda DIY juga menyebut tujuh personel Polresta Yogyakarta mengalami gangguan kesehatan berupa sesak nap...