Konsep 'jalur yang menjadi destinasi terintegrasi' digambarkan sebagai pendekatan pengembangan pariwisata yang menghubungkan berbagai tempat wisata, kawasan bersejarah, destinasi alam, desa wisata, dan pusat ekonomi lokal dalam satu kesatuan perjalanan. Tujuannya adalah memberikan pengalaman wisata yang lebih lengkap sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sepanjang jalur. Di Indonesia, konsep ini berpotensi diterapkan pada Jalur Anyer–Panarukan, yang dikenal sebagai Jalan Raya Pos peninggalan era Daendels. Jalur tersebut memiliki nilai sejarah dan melewati wilayah dengan beragam potensi wisata, budaya, pertanian, perikanan, serta produk unggulan. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal menyoroti potensi ribuan desa di sepanjang jalur tersebut, termasuk peluang menembus pasar internasional.