8 Fakta Menarik Raja Haakon VIII, Awalnnya Menolak Status sebagai Pangeran Kerajaan Norwegia

Sabtu, 29 Agustus 2026 pukul 04.40
8 Fakta Menarik Raja Haakon VIII, Awalnnya Menolak Status sebagai Pangeran Kerajaan NorwegiaIlustrasi (Auto-Generated)

Sumber Berita Asli

Berita Terkini dan Informasi Terbaru Hari Ini - SINDOnews

Baca di Website Asli ↗
Raja Haakon VIII mewarisi takhta Norwegia setelah wafatnya ayahnya, Harald V. Sebagai raja keempat monarki modern Norwegia, ia memulai tugasnya dengan memimpin rapat kabinet luar biasa dan mengadopsi semboyan ayahnya, 'Segalanya untuk Norwegia'. Sebagai putra mahkota, Haakon telah lama bekerja erat bersama ayahnya dan kerap menjalankan peran wali raja saat Harald sakit. Sejarawan menilai Haakon memiliki kepribadian yang lebih tertutup dibanding ayahnya yang karismatik, namun ia tetap dihormati dan telah lama memikul tanggung jawab besar kerajaan. Naik takhtanya Haakon juga membawa perubahan dalam garis suksesi, di mana putrinya, Ingrid Alexandra (22 tahun), kini menjadi putri mahkota. Ia berpotensi menjadi kepala negara perempuan pertama di Norwegia sejak abad ke-15 berkat amandemen konstitusi tahun 1990. Meski monarki tetap populer, Haakon naik takhta di tengah gejolak keluarga kerajaan. Istrinya, Mette-Marit, baru saja meminta maaf atas hubungannya dengan Jeffrey Epstein, sementara putra tirinya, Marius Borg Høiby, dinyatakan bersalah atas pemerkosaan dan sedang mengajukan banding.

Berita Terkait Lainnya