Artikel ini merupakan lanjutan dari seri "Towards Spec-Driven Test Automation" yang membahas tentang satu kali eksekusi pengujian dan apa yang sebenarnya dapat dibuktikan dari hasil tersebut. Penulis mengajak pembaca untuk memahami keterbatasan dan makna dari hasil pengujian otomatis, terutama dalam konteks pengujian yang digerakkan oleh spesifikasi. Pembahasan ini penting bagi praktisi pengembangan perangkat lunak yang ingin memastikan kualitas perangkat lunak melalui otomatisasi pengujian yang lebih terarah. Artikel ini dipublikasikan di Towards Data Science dan ditujukan untuk khalayak pengembang serta penguji perangkat lunak.