Dari Biodiversitas Menjadi Obat: Seberapa Siap Indonesia?

Minggu, 30 Agustus 2026 pukul 08.00
Dari Biodiversitas Menjadi Obat: Seberapa Siap Indonesia?

Sumber Berita Asli

kumparan - #kumparanAdalahJawaban

Baca di Website Asli ↗
Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas dan tradisi jamu yang melimpah, namun menghadapi paradoks karena belum mampu mengubahnya menjadi industri obat bahan alam berbasis bukti klinis (fitofarmaka) secara masif. Sebagian besar produk masih terjebak pada level jamu atau suplemen. Masalah utama bukanlah ketiadaan bahan alam atau penelitian, melainkan rantai nilai yang panjang, belum terhubung, dan kurangnya standardisasi bahan baku yang konsisten. Kesenjangan antara fokus peneliti dan perhitungan risiko serta biaya oleh industri menyebabkan hilirisasi riset sering terhenti di laboratorium. Meski pemerintah telah melakukan berbagai langkah, isu utamanya adalah kurangnya orkestrasi dan keterhubungan antar kebijakan lintas sektor. Indonesia perlu mengadopsi pendekatan China dan India yang menjadikan obat bahan alam sebagai agenda nasional terintegrasi. Oleh karena itu, dibutuhkan Misi Nasional Obat Bahan Alam dengan target jelas. Langkah strategis meliputi penentuan tanaman prioritas, pendanaan hilirisasi, integrasi industri sejak awal penelitian, standardisasi dari hulu, hingga pemasukan fitofarmaka dalam sistem pelayanan kesehatan nasional.