Atlet angkat besi Indonesia Rahmat Erwin Abdullah kembali mempersembahkan medali emas di Asian Games XX Aichi-Nagoya 2026, bahkan memecahkan rekor dunia dengan total angkatan 160 kg (snatch) dan 206 kg (clean and jerk). Sebelumnya, tim bulutangkis beregu putra juga menyumbang emas, sehingga target Kemenpora empat medali emas hampir tercapai.
Penulis senior M. Nigara menyoroti bahwa meskipun prestasi demi prestasi terus diraih, olahraga di Indonesia masih dianggap sebagai 'anak tiri'. Pemerintah pusat dan daerah dinilai belum memberikan dukungan maksimal, terlihat dari olahraga yang masih dianggap sebagai beban keuangan negara, padahal olahraga adalah alat pemersatu bangsa.
Artikel ini juga mengingatkan sejarah perjuangan olahraga nasional, mulai dari deklarasi PSSI tahun 1930, penolakan Indonesia di Olimpiade London 1948 yang dibalas dengan PON-I, hingga penyelenggaraan Ganefo 1963 yang membuat Indonesia sempat dikeluarkan dari PBB. Semua itu menunjukkan bahwa olahraga telah lama menjadi instrumen diplomasi dan pemersatu.
Disclaimer menyatakan bahwa artikel ini merupakan kiriman pengguna VIVA.co.id di kanal VStory berbasis user generated content (UGC), sehingga isi dan konten sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.