Peraih Nobel Perdamaian Asal India Soroti Keterkaitan Demokrasi dan HAM dalam Kesejahteraan Sosial

Senin, 31 Agustus 2026 pukul 23.50
Peraih Nobel Perdamaian Asal India Soroti Keterkaitan Demokrasi dan HAM dalam Kesejahteraan Sosial

Sumber Berita Asli

VIVA - Berita Harian Terkini, Terpopuler, Terbaru

Baca di Website Asli ↗
Peraih Nobel Perdamaian 2014, Kailash Satyarthi, menyoroti keterkaitan erat antara demokrasi, hak asasi manusia (HAM), dan kesejahteraan sosial. Ia menegaskan bahwa undang-undang dan pemilu yang rutin tidak otomatis menjamin hak rakyat jika masyarakat kelas bawah tidak memiliki daya tawar terhadap negara. Satyarthi menyebut demokrasi sering kehilangan makna ketika gagal melindungi kelompok rentan seperti pekerja anak dan warga miskin. Ia menekankan bahwa kegagalan pada pilar HAM akan secara otomatis membatalkan capaian demokrasi, sehingga keduanya tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Praktisi hukum Todung Mulya Lubis mengungkapkan keprihatinan atas indikasi kemunduran demokrasi di Indonesia dan India. Ia menyoroti mundurnya supremasi sipil akibat peran militer, tekanan pada kampus, kriminalisasi pimpinan universitas, hingga tersudutnya media independen dan masyarakat sipil. Sebagai solusi, Satyarthi mendorong penguatan prinsip welas asih berkeadilan sebagai kekuatan transformatif untuk mendisrupsi sistem eksploitasi. Sementara itu, Sudirman Said menyambut baik gagasan tersebut dan berencana mengembangkan konsep kepemimpinan berlandaskan welas asih melalui kerja sama riset global di lingkungan kampus.

Berita Terkait Lainnya

Peraih Nobel Perdamaian Asal India Soroti Keterkaitan Demokrasi dan HAM dalam Kesejahteraan Sosial - Nasional Politik - Feedify