Wakil Ketua Umum Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Pusat, Eka Ilham, menilai pemberian hadiah dari orang tua kepada guru berpotensi mengganggu integritas dan objektivitas penilaian siswa. Menurutnya, hadiah memang netral, tetapi menjadi masalah ketika ada unsur jabatan dan konflik kepentingan, sehingga guru harus berani menolak pemberian yang dapat memengaruhi kejujuran akademik.
Eka menekankan pentingnya aturan bersama di sekolah agar pemberian hadiah tidak menjadi polemik, terutama bagi orang tua yang kurang mampu. Regulasi perlu diturunkan dari kementerian, pemerintah daerah, dan dinas pendidikan, lalu diterapkan sesuai kondisi lingkungan sekolah.
Ia juga mengingatkan bahwa pemberian hadiah dapat menimbulkan tekanan sosial, di mana orang tua lain merasa wajib ikut memberi. Forum pertemuan orang tua dinilai sebagai ruang terbaik untuk memperkuat pemahaman tentang larangan gratifikasi dan pemberian dalam bentuk apapun.
Pencegahan dini harus dilakukan agar orang tua memahami aturan dan tidak menimbulkan persoalan terhadap marwah sekolah, serta menjaga integritas dan marwah profesi guru.