Mantan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengubah sikap politiknya dengan tidak lagi mendorong Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka untuk dua periode, melainkan menyatakan bahwa pemilu masih jauh. Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul M. Jamiluddin Ritonga menilai perubahan ini dipicu oleh dua penyebab utama. Pertama, pascaputusan MK, reputasi dan kredibilitas Gibran dianggap berada di titik nadir, sehingga Jokowi bersikap realistis bahwa posisi politik anaknya sedang terancam. Jamiluddin menyebut Jokowi kini lebih fokus agar Gibran tidak dimakzulkan, karena hal itu akan mematikan karier politik Gibran dan tercatat sebagai dosa politik dalam lembaran negara.