Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa pemberantasan judi online (judol) memerlukan sinergi penuh dari seluruh pihak, bukan hanya tugas pemerintah. Ia menyatakan hal ini saat meluncurkan Sayembara GEBUK JUDOL Ronde 3 dan talkshow bertema 'Cerdas Berteknologi' di Jakarta.
Menurut Meutya, hingga saat ini pemerintah telah menangani 4,1 juta konten perjudian, yang mayoritas berupa situs dan alamat IP. Namun, upaya ini terus digalakkan karena aktivitas judol memiliki karakter kejahatan transnasional yang sulit dihentikan secara tuntas.
Ia menjelaskan bahwa intervensi pemutusan akses seringkali berulang karena situs baru muncul. Oleh karena itu, pemerintah berupaya memperkuat koordinasi dengan penegak hukum untuk menjerat para bandar di balik layar, bukan hanya menargetkan kontennya.
Dengan peluncuran ronde ketiga sayembara ini, pemerintah berharap dapat mencapai target pemberantasan judol yang efektif melalui kolaborasi lintas sektor dan penegakan hukum yang lebih tegas.