Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev menilai serangan AS terhadap Iran justru merugikan Washington, terutama karena beban ekonomi yang ditanggung pembayar pajak AS akibat kenaikan harga minyak dan solar. Ia menegaskan bahwa langkah agresif terhadap Iran telah menyebabkan perubahan besar dalam perekonomian global yang harus diperhitungkan AS.
Medvedev menyatakan bahwa episode sulit ini seharusnya menjadi pelajaran bagi pemerintah AS untuk lebih memilih perundingan daripada unjuk kekuatan militer guna menghindari keruntuhan ekonomi global. Menurutnya, upaya mengubah rezim politik Iran secara paksa justru mendorong semakin banyak negara mempertimbangkan memiliki senjata nuklir.
Pernyataan ini disampaikan Medvedev dalam wawancara dengan stasiun penyiaran Iran IRIB, dan dikutip oleh Sputnik/RIA Novosti. Ia menekankan bahwa kebijakan AS yang ceroboh di kawasan telah menimbulkan harga mahal, termasuk meningkatnya risiko proliferasi nuklir.
Berita ini juga dilengkapi konteks terkait apresiasi Presiden Pezeshkian terhadap sikap Rusia dalam konflik Iran-AS, serta pernyataan Rusia yang menyalahkan AS atas perang dan menegaskan tidak menekan Iran.