Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan perombakan besar di tubuh Polri dengan memutasikan 424 perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) pada akhir Agustus 2026. Mutasi ini tertuang dalam tiga surat telegram yang diterbitkan pada 30 Agustus 2026.
Perombakan tersebut menyentuh sejumlah jabatan strategis di Mabes Polri maupun kewilayahan, melibatkan promosi, pergeseran posisi, hingga memasuki masa pensiun.
Beberapa nama besar yang terdampak antara lain Komjen Pol M. Fadil Imran dan Irjen Pol Anwar yang memasuki masa pensiun. Posisi mereka diisi oleh Irjen Pol Roycke Harry Langie sebagai Astamaops dan Irjen Pol Jawari sebagai As SDM Kapolri.
Selain itu, Irjen Pol Yudo Hermanto dipindahkan menjadi Kapolda Sulut dan Brigjen Pol Hengki Haryadi diangkat sebagai Kapolda Papua Barat Daya. Rotasi besar ini juga merambah hingga ke jajaran polres di berbagai daerah.