8 bahaya membakar sampah sembarangan bagi lingkungan

Selasa, 25 Agustus 2026 pukul 08.55
8 bahaya membakar sampah sembarangan bagi lingkungan

Sumber Berita Asli

Berita Terkini - ANTARA News

Baca di Website Asli ↗
Jakarta (ANTARA) - Membakar sampah di halaman rumah atau lahan kosong mungkin terlihat seperti cara praktis untuk mengurangi tumpukan sampah. Namun, kebiasaan tersebut justru dapat menimbulkan masalah baru bagi lingkungan, terutama jika sampah yang dibakar bercampur dengan plastik, karet, atau bahan lainnya.Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut pembakaran sampah sebagai salah satu sumber pencemaran udara. Asap dari pembakaran sampah dapat mengandung berbagai polutan yang berdampak terhadap kesehatan dan kualitas lingkungan.Masalahnya, asap hasil pembakaran tidak hanya berhenti di sekitar tempat sampah dibakar. Partikel dan zat pencemar dapat terbawa angin, masuk ke dalam rumah, serta memengaruhi udara yang dihirup manusia dan hewan.Lantas, apa saja risiko membakar sampah sembarangan bagi lingkungan?1. Mencemari udaraRisiko yang paling mudah terlihat adalah menurunnya kualitas udara di sekitar lokasi pembakaran.Sampah yang dibakar menghasilkan asap dan partikel yang dapat mencemari udara. Kemenkes menyebut aktivitas membakar sampah termasuk salah satu sumber pencemaran udara, bersama dengan emisi kendaraan, industri, dan sumber lainnya.Udara yang tercemar bukan hanya membuat lingkungan terasa pengap atau berbau. Partikel pencemar juga dapat terhirup dan masuk ke saluran pernapasan.Karena itu, membakar sampah di halaman rumah sebenarnya bukan berarti asapnya hilang. Sampah memang berkurang secara fisik, tetapi sebagian hasil pembakarannya justru berpindah ke udara.Baca juga: Waspadai serangan asma akut bagi penderita asma hadapi asap karhutla2. Plastik yang dibakar dapat menghasilkan zat berbahayaSampah rumah tangga sering kali terdiri dari berbagai jenis material. Salah satunya plastik.Membakar plastik sembarangan dapat menghasilkan asap yang mengandung zat pencemar berbahaya. Kemenkes mengingatkan bahwa pembakaran sampah, khususnya plastik, dapat menghasilkan polutan yang berdampak buruk bagi kesehatan.Hal ini menjadi alasan mengapa sampah tidak sebaiknya dibakar begitu saja, terutama jika kita tidak mengetahui bahan yang terkandung di dalamnya.3. Abu sisa pembakaran dapat mencemari tanahBanyak orang menganggap abu sebagai sisa yang tidak lagi berbahaya. Padahal, residu dari pembakaran sampah dapat menjadi persoalan tersendiri.Materi dari sampah yang terbakar dapat tertinggal sebagai abu dan kemudian bercampur dengan tanah. Dalam kondisi tertentu, zat pencemar tersebut juga dapat terbawa air hujan menuju lapisan tanah atau sumber air di sekitarnya.Kementerian Kesehatan mencatat bahwa kebiasaan membakar sampah dapat menghasilkan bahan kimia beracun yang mencemari udara. Residu pembakaran juga dapat mencemari tanah dan air tanah.Artinya, meski api sudah padam dan asap menghilang, dampak pembakaran belum tentu selesai.4. Berpotensi mencemari sumber airAbu dan residu pembakaran yang berada di tanah dapat terbawa air ketika hujan turun.Jika lokasi pembakaran berada dekat selokan, sungai, atau sumber air lainnya, material tersebut berpotensi masuk ke aliran air. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat memengaruhi kualitas lingkungan perairan.Risiko ini menjadi lebih besar jika sampah yang dibakar terdiri dari berbagai material dan bukan hanya sampah organik seperti daun atau ranting.Baca juga: Upaya negara tetangga respons karhutla via ASEAN hargai kedaulatan RI5. Merusak kualitas lingkungan sekitarAsap pembakaran sampah dapat menyebar ke lingkungan sekitar dan mengganggu kualitas udara. Bukan hanya manusia yang terdampak, tetapi juga hewan dan tumbuhan.Kemenkes menjelaskan bahwa pencemaran udara dapat memengaruhi kesehatan manusia, makhluk hidup lainnya, serta berbagai unsur lingkungan.Jika pembakaran dilakukan berulang kali di lingkungan yang sama, paparan polutan juga dapat terjadi berulang kali. Karena itu, persoalan membakar sampah tidak sebaiknya dianggap sebagai masalah kecil yang hanya terjadi selama beberapa menit.6. Berisiko memicu kebakaran yang lebih luasMembakar sampah di ruang terbuka juga memiliki risiko api menyebar, terutama ketika dilakukan pada kondisi lingkungan yang kering dan berangin.Api yang awalnya berasal dari tumpukan sampah dapat merambat ke rumput, daun kering, semak, atau material lain yang mudah terbakar. Jika lokasinya berada dekat lahan kosong atau kawasan dengan vegetasi kering, kebakaran dapat berkembang lebih luas.Risiko ini menjadi semakin penting diperhatikan ketika Indonesia memasuki periode kemarau. Kebakaran kecil dapat menjadi lebih sulit dikendalikan ketika kondisi lingkungan kering.7. Mengganggu keseimbangan ekosistemPencemaran akibat pembakaran sampah pada akhirnya dapat memberikan tekanan terhadap ekosistem.Udara yang tercemar, residu yang tertinggal di tanah, serta material yang terbawa menuju perairan dapat memengaruhi organisme yang hidup di lingkungan tersebut. Jika pencemaran terjadi terus-menerus, kualitas habitat juga dapat ikut menurun.Karena itu, persoalan sampah sebenarnya tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan. Cara sampah dike...

Berita Terkait Lainnya