Japan desperately wants 10 million AI robots by 2040 to save its economy — by which time its human population is expected to drop by almost 11 million

Rabu, 30 September 2026 pukul 00.20
Japan desperately wants 10 million AI robots by 2040 to save its economy — by which time its human population is expected to drop by almost 11 million

Sumber Berita Asli

Latest from TechRadar

Baca di Website Asli ↗
Pemerintah Jepang menargetkan penempatan 10 juta robot berbasis kecerdasan buatan (AI) di tempat kerja pada tahun 2040 untuk mengatasi menyusutnya angkatan kerja akibat populasi yang menua. Proyeksi PBB menempatkan populasi Jepang pada 2040 sekitar 112,16 juta jiwa, turun 6,2% dari proyeksi 2030, dengan usia median 54 tahun dan hanya 10,4% penduduk berusia di bawah 15 tahun. Untuk mendukung target tersebut, sejumlah perusahaan mulai mengembangkan robot humanoid. Startup Zeals memperkenalkan robot beroda D1 di Tokyo dengan harga mulai 5 juta yen (sekitar $32.000), setinggi 129 cm, mampu mengenali wajah dan mengangkat beban hingga 5 kg per lengan. Zeals berencana memproduksi 100 unit hingga Maret 2027 dan mengumpulkan 10.000 jam waktu operasional, dengan harapan dapat menggunakan komponen buatan Jepang sepenuhnya. Perusahaan lain seperti Kakuichi juga akan mengadopsi robot humanoid pada April 2027 untuk berbagai departemen, bekerja sama dengan Play Robotics. Sementara itu, Mitsui Sumitomo Insurance telah bermitra dengan Zeals untuk menjual polis asuransi khusus pengguna robot, mengingat risiko kecelakaan fisik dan kebocoran data akibat serangan siber. Perusahaan asuransi itu juga mengakuisisi saham perusahaan pengembang AI fisik untuk memahami perilaku dan potensi kegagalan sistem robot. Meski Jepang berupaya meningkatkan angkatan kerja melalui robot, kinerja dan dampak robot terhadap ekonomi masih belum pasti. Langkah ini menunjukkan persiapan industri terhadap kehadiran robot di tempat kerja yang semakin nyata.

Berita Terkait Lainnya