Cambridge University Press & Assessment merekomendasikan pemerintah Indonesia untuk memperkuat peran guru dalam penyusunan kebijakan penggunaan AI di sekolah. Rekomendasi ini tertuang dalam laporan 'Shaping AI Policy and Practice in English Language Teaching' yang merumuskan delapan prinsip integrasi AI dalam pendidikan.
Laporan tersebut menekankan pentingnya pelibatan guru dan siswa dalam perancangan, penerapan, hingga evaluasi perangkat AI generatif. Banyak guru telah mengeksplorasi AI, tetapi belum mendapat arahan kebijakan yang jelas, sehingga mereka harus membangun pemahaman sendiri tentang penggunaan AI yang bertanggung jawab.
Delapan prinsip utama mencakup pelibatan guru dan siswa dalam tata kelola AI, investasi pada pengembangan profesional berkelanjutan, integrasi literasi AI kritis ke dalam kurikulum, serta reformasi kurikulum dan penilaian yang memperhatikan proses belajar. Prinsip lainnya adalah memprioritaskan hasil pendidikan yang berpusat pada manusia, penggunaan AI yang etis, perlindungan otonomi guru, dan pemerataan akses terhadap perangkat AI berkualitas.
Cambridge mendorong pembuat kebijakan untuk membangun kerangka penggunaan AI yang terarah dan berkelanjutan, dengan peran guru tidak terbatas pada penggunaan teknologi, tetapi juga pengambilan keputusan dalam pemilihan, penerapan, dan evaluasi perangkat AI sesuai kebutuhan pembelajaran.