Kepergian Adjie Massaid pada 2011 meninggalkan trauma mendalam bagi putrinya, Aaliyah Massaid. Aaliyah menyadari trauma tersebut masih memengaruhi kehidupan rumah tangganya bersama Thariq Halilintar, terutama saat sang suami bermain sepak bola pada malam hari.
Kekhawatiran Aaliyah berakar dari momen terakhir bersama ayahnya, di mana sepak bola menjadi aktivitas terakhir sebelum Adjie mengembuskan napas. Saat Thariq bermain bola dan sulit dihubungi, Aaliyah kerap dilanda kecemasan dan memastikan kondisi suaminya melalui sopirnya.
Adjie Massaid meninggal dunia pada 5 Februari 2011 di usia 43 tahun di RSUP Fatmawati. Penyebab kematiannya adalah serangan jantung akut atau sindrom koroner akut yang terjadi setelah bermain sepak bola dan mengalami keluhan sesak napas serta nyeri dada.
Menurut dokter yang menangani, penyakit jantung koroner yang diderita Adjie telah berlangsung lama namun sulit dikenali dari penampilan fisik. Saudaranya, Mudji Massaid, menyebut tidak ada tanda mencolok saat Adjie bermain bola hingga akhirnya merasakan sakit di dada saat perjalanan pulang.