Sutradara Bene Dion Rajagukguk mengangkat potensi pariwisata dan keindahan alam Sumatera Utara melalui adegan medley dalam film musikal "Pulang Kampung". Pengambilan gambar dilakukan di berbagai destinasi wisata ikonik yang menonjolkan kekayaan budaya Batak.
Produser Ernest Prakasa menyebut total durasi pengambilan gambar film ini 26 hari, dengan 21 hari di Sumatera Utara dan lima hari di Jakarta. Adegan medley khusus menghabiskan waktu empat hari. Tim produksi menolak penggunaan figuran yang sama di lokasi berbeda untuk menjaga kesesuaian demografi warga setempat.
Komposer Viky Sianipar merancang aransemen medley untuk merangkum musik tradisi rumpun etnis Sumatra Utara, meliputi Batak Toba, Karo, Simalungun, hingga Pakpak. Porsi Batak Toba mendominasi 80 persen, sementara unsur etnis lain diselipkan melalui struktur medley. Viky memperkirakan biaya produksi bisa tiga kali lipat film biasa karena standar musikal internasional.
Film musikal dengan sembilan lagu ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 26 November 2026. Cuplikan empat lagu juga diperkenalkan, yaitu "Jamila", "Pulo Samosir", "Tortorhon Ma", dan "Tirismo Lae Bangkuang", yang dirilis melalui akun media sosial Imajinari.